PAN Klaim “Partai Anak Nahdliyin”, GP Ansor Jatim: Jangan Jadi Rayuan Politik

jatiminfo.id
Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor (PW GP Ansor) Jawa Timur, Musaffa. (Foto : Istimewa).

Musaffa menegaskan kader muda NU tidak semestinya hanya dipandang sebagai konstituen elektoral. Ia meminta pemerintah memberikan ruang bagi kader yang selama ini mengabdi di tengah masyarakat.

“Kalau ingin merangkul Nahdliyin, rangkul juga kader-kadernya. Hargai pengabdiannya. Jangan gunakan kekuasaan untuk membuat mereka tidak nyaman menjalankan pengabdian,” kata Musaffa.

Musaffa juga meminta Kementerian Desa PDT menjelaskan secara terbuka kebijakan terkait pemindahan tenaga pendamping desa.

“Bagi kami sederhana. Kalau kebijakannya memang murni administratif dan profesional, jelaskan secara terbuka. Kalau memang ada ukuran kinerja, sampaikan ukurannya. Jangan sampai kebijakan publik menimbulkan kesan bahwa ada kepentingan politik di belakangnya,” tegasnya.

Ia kembali mengingatkan bahwa kedekatan dengan Nahdliyin tidak cukup dibangun melalui kehadiran dalam forum NU ataupun penggunaan label “Partai Anak Nahdliyin”.

READ -  Trinusa Minta Atensi Kapolrestabes, Penanganan Dugaan Penipuan Masuk Sekolah Disorot

“Nahdliyin bukan pasar suara. Kader muda NU bukan properti politik yang bisa dirayu ketika dibutuhkan. Kalau PAN benar-benar ingin menjadi rumah bagi Nahdliyin, buktikan dengan kebijakan yang adil. Kalau tidak, semua slogan tentang merangkul Nahdliyin hanya akan terdengar sebagai bualan politik.”