Menanggapi Kritikan Rektor UTM, Anggota DPRD Singgung Cara Berpikir “Fasis”

jatiminfo.id
Samsul Marla, anggota DPRD Kabupaten Bangkalan dari Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora) menanggapi kritikan Rektor UTM tentang polemik yang beredar. (Foto : Jatiminfo.id).

Bangkalan – Polemik panas antara Rektor Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Dr. Safi, dan kalangan legislatif kian memanas. Setelah sebelumnya melontarkan pernyataan kontroversial yang menyebut mahluk DPRD bisa saja “dibubarkan” karena dinilai membebani pemerintah daerah, kini serangan balik datang dari anggota DPRD Bangkalan.

Samsul Marla, anggota DPRD dari Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora), merespons keras kritik Dr. Safi. Ia menilai pernyataan rektor tersebut bukan sekadar kritik akademik, melainkan sudah bernuansa tendensius dan melecehkan lembaga legislatif.

“Kalau mau “menghamba ke eksekutif”, nggak usah berlebihan lah. Dia tahu kok kalau DPRD itu amanat konstitusi,” tulis Samsul Marla saat dikonfirmasi Jatiminfo.id melalui pesam WhatsApp pribadinya. Sabtu, (28/2/2026).

READ -  BKPSDA Bangkalan Angkat Bicara Soal Kasus Dugaan Penyalahgunaan Aset Kelurahan Tonjung

Menurutnya, DPRD bukan lembaga “abu-abu” seperti yang disinggung Dr. Safi dalam forum JiPol (Ngaji Politik). DPRD, secara tegas lahir dari proses demokrasi dan memiliki legitimasi konstitusional yang kuat sebagai representasi rakyat.

Samsul menilai, tudingan bahwa DPRD kerap mengganggu program pemerintah daerah menunjukkan cara pandang yang keliru terhadap sistem demokrasi. Baginya, fungsi kritik dan pengawasan bukan gangguan, melainkan kewajiban sebagai fungsi legislasi.

“Kalau kritikan kami dari DPRD dianggap gangguan bagi Pemda, kita perlu bertanya, jangan-jangan Pak Rektor kita itu fasis,” tegasnya.