Opini  

Membaca Pelemahan Rupiah dari Perspektif Ekonomi Rakyat

jatiminfo.id
Taufiqul Umar.

Pada akhirnya, pelemahan daya beli dapat menciptakan efek berantai yang menghambat pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

Oleh karena itu, pelemahan rupiah harus menjadi momentum evaluasi bersama. Pemerintah perlu memastikan bahwa setiap kebijakan ekonomi memiliki landasan fiskal yang kuat dan berkelanjutan. Transparansi pengelolaan anggaran harus diperkuat. Kepastian hukum dan kualitas tata kelola perlu terus ditingkatkan. Di saat yang sama, upaya memperkuat sektor produksi domestik harus menjadi prioritas agar ketergantungan terhadap impor dapat dikurangi secara bertahap.

Dalam jangka panjang, kekuatan nilai tukar tidak ditentukan oleh intervensi sesaat di pasar keuangan. Kekuatan nilai tukar ditentukan oleh kekuatan fundamental ekonomi itu sendiri. Negara yang produktif, memiliki institusi yang kredibel, serta mampu menjaga kepercayaan publik dan investor akan memiliki mata uang yang lebih stabil.

READ -  Membaca Ulang Pernyataan Rektor UTM dalam Ruang Dialektika Berdemokrasi

Pada akhirnya, pelemahan rupiah bukan hanya persoalan kurs. Ia adalah cermin yang menunjukkan bagaimana pasar memandang kondisi ekonomi suatu negara. Lebih dari itu, ia juga menjadi pengingat bahwa kebijakan ekonomi yang baik harus selalu bermuara pada satu tujuan utama: melindungi kesejahteraan rakyat.

Sebab ketika rupiah melemah, yang paling merasakan dampaknya bukanlah para pelaku pasar di pusat keuangan dunia, melainkan jutaan masyarakat Indonesia yang setiap hari bekerja, berdagang, dan berjuang memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.