Mahasiswa KKN STAIDA Olah Minyak Lantung Jadi Aspal dan Solar, Jawab Jalan Rusak di Bangkalan

jatiminfo.id
Hasil olahan minyak lantung jadi aspal dan solar yang dilakukan oleh mahasiswa KKN STAIDA untuk menjawab persoalan infrastruktur di Kabupaten Bangkalan, (Foto: Jatiminfo.id,2025).

Bangkalan — Kerusakan jalan yang mencapai sekitar 80 persen di Desa Lerpak, Kecamatan Geger, Kabupaten Bangkalan, mendorong mahasiswa KKN STAI Darussalam (STAIDA) menghadirkan solusi alternatif. Mereka mengolah minyak lantung, potensi alam lokal desa setempat, menjadi bahan aspal dan solar sebagai upaya menjawab persoalan infrastruktur.

Inovasi tersebut dilakukan oleh mahasiswa KKN STAIDA selama pelaksanaan KKN di Desa Lerpak pada akhir November hingga Desember 2025. Gagasan itu muncul setelah mahasiswa melakukan pemetaan kondisi desa selama sekitar satu pekan dan menemukan mayoritas jalan desa rusak parah serta belum tersentuh perbaikan.

Mahasiswa KKN STAIDA mengolah minyak lantung menjadi solar dan aspal di Desa Lerpak, Bangkalan.

Koordinator Desa KKN Kelompok 02 STAIDA, Ianatussoleh, mengatakan keterbatasan anggaran menjadi alasan utama belum dilakukannya perbaikan jalan. Pemerintah desa, kata dia, memperkirakan perbaikan baru dapat terealisasi sekitar tiga tahun mendatang.

READ -  Kacang Gondrong: Inovasi Mahasiswa KKN INSYA Dorong Ketahanan Pangan Desa Pettong

“Melihat kondisi jalan yang rusak dan keterbatasan anggaran desa, kami mencoba mencari solusi alternatif dengan memanfaatkan potensi alam yang ada, yakni minyak lantung,” ujar Ianatussoleh.

Selama ini, minyak lantung dikenal oleh masyarakat Desa Lerpak sebagai bahan pernis kayu agar tahan rayap, obat luka, dan minyak urut. Melalui program KKN bertema Optimalisasi Potensi Lokal dengan Melibatkan Masyarakat, mahasiswa berupaya meningkatkan nilai guna minyak lantung agar dapat dimanfaatkan lebih luas, khususnya di sektor infrastruktur.