Mahasiswa KKN STAIDA Olah Minyak Lantung Jadi Aspal dan Solar, Jawab Jalan Rusak di Bangkalan

jatiminfo.id
Hasil olahan minyak lantung jadi aspal dan solar yang dilakukan oleh mahasiswa KKN STAIDA untuk menjawab persoalan infrastruktur di Kabupaten Bangkalan, (Foto: Jatiminfo.id,2025).

Pengolahan minyak lantung dilakukan secara tradisional dengan menggunakan tungku tanah liat dan drum besi. Prosesnya dimulai sejak 29 November 2025. Minyak dipanaskan, kemudian dialirkan melalui pipa menuju sistem pendingin sebelum ditampung sebagai hasil olahan berupa solar dan aspal setengah jadi.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN memperoleh izin dari keluarga Muhammad Rosul selaku pemilik sumber minyak lantung. Sejumlah warga, termasuk Muhammad Rosul dan Sakrani, terlibat aktif mendampingi mahasiswa sejak tahap awal pengolahan.

Mahasiswa juga mempelajari teknik pengolahan dari berbagai literatur, sumber daring, serta masukan masyarakat, bahkan mengajukan permohonan pembelajaran ke SKK Migas Surabaya wilayah Jawa–Bali–Nusa Tenggara (Jabanusa) untuk menambah pemahaman teknis.

Kepala Desa Lerpak, Beikuni, mengapresiasi inovasi yang dilakukan mahasiswa KKN STAIDA. Menurut dia, program tersebut sejalan dengan kebutuhan nyata desa.

READ -  K3S Burneh vs Kadisdik Bangkalan: Pernyataan Suraji Picu Kontroversi Soal Transparansi Dana BOS

“Kami sangat mendukung kegiatan ini. Selain memanfaatkan potensi lokal, program ini juga menjawab persoalan kerusakan jalan. Ke depan, pemerintah desa akan mendorong agar pengolahan minyak lantung ini bisa dilanjutkan melalui BUMDes,” kata Beikuni.

Hasil sementara pengolahan minyak lantung dipaparkan mahasiswa pada Ahad (14/12) kepada dosen pembimbing dan pimpinan STAI Darussalam yang berkunjung ke lokasi KKN. Dalam kesempatan itu, mahasiswa menunjukkan sampel solar hasil olahan serta aspal setengah jadi yang masih terus dikembangkan hingga akhir masa KKN.