Ketua STAI Darussalam, Umar Zakka, turut memberikan apresiasi. Ia menilai inovasi tersebut membuktikan bahwa mahasiswa perguruan tinggi keagamaan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Mahasiswa dari jurusan Al-Qur’an dan Hadis mampu menghadirkan solusi sosial dan teknologi terapan. Ini menunjukkan bahwa keilmuan keislaman tidak berhenti pada teks, tetapi hadir untuk menjawab persoalan masyarakat,” ujar Umar.
Sebagai tindak lanjut, mahasiswa KKN STAIDA menjadwalkan sosialisasi kepada masyarakat Desa Lerpak pada Rabu (17/12) di kediaman Kepala Desa. Sosialisasi tersebut bertujuan memperkenalkan proses pengolahan minyak lantung serta membuka peluang pengembangan lebih lanjut sebagai potensi ekonomi dan solusi infrastruktur desa.

