Dalam penyampaian hasil keputusan, para Kiai Sepuh mengeluarkan 7 (tujuh) tuntutan dan nasihat moral yang tajam:
Hentikan Transaksi dan Rekayasa Politik
Mengencam keras segala bentuk transaksi money politics, tekanan, rekayasa, maupun pengondisian yang merusak makom keulamaan dan kedaulatan muktamirin.
Kedaulatan Utuh Muktamirin
Meminta seluruh panitia dan pihak terkait untuk menjamin kemerdekaan para pemilik suara (pengurus wilayah/cabang) agar tidak terintimidasi, terprovokasi, atau dikarantina secara sepihak.
Peringatan Penting bagi Pemerintah
Kiai Sepuh meyakini Presiden bersikap netral. Namun, para kiai mengecam keras oknum pejabat, menteri, atau pihak bawahannya yang menjual isu “restu presiden” untuk menekan mental peserta secara psikologis.
Desakan Tindakan Tegas Presiden
Para kiai meminta Presiden bertindak tegas terhadap oknum pejabat/menteri yang terbukti melakukan intervensi. Para kiai sepuh menyatakan siap menghadap Presiden secara langsung untuk menyampaikan bukti-bukti keprihatinan demi menjaga kehormatan pemerintah dan kemandirian NU.
Hentikan Tindakan Tak Terpuji
Mengimbau pihak-pihak yang mencoba merusak proses muktamar untuk segera bertaubat dan menghentikan perbuatannya sebelum terlambat.
Muktamar Bermartabat
Mengajak seluruh warga NU menggunakan akal sehat, hati jernih, dan akhlakul karimah dalam memilih kepengurusan PBNU mendatang.
Penyebaran Tausiyah secara Luas
Hasil tausiyah ini disebarkan secara terbuka kepada seluruh struktur NU, panitia, pemerintah, dan masyarakat luas sebagai benteng moral jam’iyah.

