Keracunan MBG Jadi Sorotan, Pengelola SPPG Masalembu Diminta Perketat Pengawasan

jatiminfo.id
Ilustrasi Makanan Bergizi Gratis (MBG) Kecamatan Masalembu, Kabupaten Sumenep, (Foto : Jatiminfo id).

Sumenep – Munculnya sejumlah kasus dugaan keracunan yang dikaitkan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi perhatian para orang tua dan wali siswa. Sabtu, (12/09/2026).

Zuraidah, salah seorang wali siswa, meminta pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) lebih berhati-hati dan mengutamakan keamanan makanan bagi anak-anak.

Menurutnya, makanan MBG harus dipastikan aman dan berkualitas, mulai dari proses pengolahan, pengemasan hingga pendistribusian.

“Jangan sampai program yang bertujuan memenuhi gizi anak-anak justru menimbulkan masalah,” ujarnya, Jumat (12/9/2026).

Ia menegaskan bahwa persoalan keamanan program MBG tidak boleh dianggap sepele. Keracunan makanan dapat menimbulkan dampak serius bagi kesehatan, dalam kondisi tertentu, dapat mengancam keselamatan jiwa.

READ -  Ainul Yakin Gantikan Ahmad Uzai Rahman Camat Masalembu, Babak Baru Kepemimpinan Dimulai

Karena itu, pengelola SPPG diminta memperketat pemeriksaan bahan baku, kebersihan dapur, proses memasak, hingga waktu dan kondisi makanan saat diterima oleh siswa.

Wali siswa juga meminta pemerintah dan pihak terkait melakukan pengawasan secara serius serta segera mengevaluasi apabila ditemukan adanya dugaan makanan yang tidak layak konsumsi.

“Program MBG pada dasarnya sangat baik, tetapi pelaksanaannya harus benar-benar aman. Jangan sampai tujuan memberikan makanan bergizi kepada anak justru menimbulkan persoalan kesehatan,” tambahnya.

Wali murid berharap kejadian keracunan di daerah-daerah dapat menjadi bahan evaluasi agar standar keamanan pangan dalam pelaksanaan MBG semakin diperketat. Kepercayaan dan rasa aman penerima manfaat harus menjadi perhatian utama dalam setiap pelaksanaan program tersebut.