Kades Pesanggrahan Bantah Gelapkan Bansos, Pendamping Sebut Beras Kurang 19 Sak dan Minyak 112 Botol

jatiminfo.id
Ahmad Sudaryanto, Kepala Desa Pesanggrahan, Kecamatan Kwanyar Bangkalan saat memberikan keterangan kepada awak media. (Foto : Jatiminfo.id).

Ia juga membantah tudingan adanya penggelapan bantuan beras maupun minyak goreng yang belakangan menjadi perbincangan masyarakat.

Terkait informasi adanya sisa sekitar 140 sak beras, Sudaryanto mengaku tidak mengetahui secara pasti proses pendistribusiannya. Ia mengaku baru memperoleh penjelasan setelah meminta klarifikasi kepada pendamping program.

“Saya membantah keras tudingan penggelapan bantuan beras maupun minyak. Soal sisa sekitar 140 sak beras itu saya juga tidak mengetahui. Setelah saya tanyakan kepada pihak pendamping, saya mendapat penjelasan bahwa beras tersebut sudah dibagikan kepada penerima manfaat, bahkan tanpa sepengetahuan saya sebagai kepala desa,” ujarnya.

Pernyataan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai mekanisme distribusi bantuan di tingkat desa. Pasalnya, jika benar penyaluran dilakukan tanpa sepengetahuan kepala desa, maka terdapat dugaan lemahnya koordinasi antarpihak yang terlibat dalam pendistribusian bantuan sosial.

READ -  Pasca Dilantik Presma, Mahasiswa STKIP PGRI Bangkalan Langsung Banjiri Aspirasi

Ia menegaskan siap memberikan keterangan kepada aparat penegak hukum apabila diperlukan agar persoalan tersebut dapat diungkap secara terang.

“Silakan jika memang perlu dilakukan pemeriksaan. Saya siap memberikan keterangan sesuai fakta yang saya ketahui. Yang saya inginkan persoalan ini terang benderang sehingga masyarakat tidak lagi menerima informasi yang simpang siur,” katanya.

Sudaryanto juga menanggapi pernyataan pendamping bansos terkait dugaan kekurangan 19 sak beras. Ia mengakui memang ada permintaan dari anaknya untuk mengambil sebagian bantuan, namun jumlahnya jauh berbeda dari yang disebutkan pendamping.