Negara tampak tenang, serupa air di permukaan kolam yang dangkal. Tapi di ruangan gelap itu, tujuh orang yang tak pernah disebut namanya masih duduk. Tawa mereka pelan, tapi tajam, serupa pisau yang menusuk perlahan. Mereka tahu, kekacauan tak pernah benar-benar mati. Selama darah bisa mengalir di jalanan, bara itu akan tetap hidup, bersembunyi, menunggu waktu untuk kembali menyala.
Jakarta, 25 September 2025
***Moh. Ridlwan, Pengurus Ikatan Mahasiswa dan Sarjana Santri Syaichona Moh. Cholil.

