Skema tersebut memberikan ruang yang lebih luas bagi pertukaran gagasan sekaligus mempertemukan berbagai perspektif keilmuan dalam satu forum akademik yang kolaboratif dan lintas disiplin.
Antusiasme terhadap pelaksanaan ICONIS ke-10 juga terlihat dari jumlah naskah yang masuk. Panitia mencatat sebanyak 260 artikel telah diterima dari berbagai peneliti dan akademisi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 124 artikel terpilih untuk dipresentasikan dalam konferensi.
Para pemakalah berasal dari sejumlah negara, di antaranya Indonesia, Malaysia, Pakistan, dan Oman. Hal itu menunjukkan semakin luasnya jejaring akademik sekaligus relevansi kajian Islam dalam percakapan ilmiah internasional.
Keragaman peserta dan latar belakang keilmuan tersebut menunjukkan bahwa kajian Islam tidak lagi dapat dipandang hanya dalam batas geografis tertentu.
Warisan intelektual ulama Nusantara dalam ICONIS ditempatkan dalam dialog yang lebih luas dengan berbagai persoalan kontemporer, mulai dari keberlanjutan peradaban, transformasi sosial, moderasi, pendidikan, ekonomi, budaya, hingga perkembangan ilmu pengetahuan global.
Dengan demikian, khazanah intelektual Islam Nusantara tidak hanya diposisikan sebagai bagian dari sejarah, tetapi juga sebagai sumber pengetahuan yang dapat terus direinterpretasikan untuk menjawab tantangan zaman
Sementara itu, artikel yang telah dipresentasikan akan diarahkan untuk diterbitkan melalui berbagai kanal publikasi ilmiah, di antaranya ICONIS Proceedings, Atlantis Proceedings, Al-Ihkam, Karsa, Okara, Al-Manhaj, Alibba’, As-Shahifah, Edu Consilium, El-Nubuwwah, Entita, Guancaran, Islamuna, Iqtishadia, Mubtadi, Panyonara, Rebbani, Revelatia, Shafin, dan Tadris.

