Harga Gas Elpiji Subsidi Naik Drastis, Masyarakat Meminta Pemerintah Ambil Langkah Tegas

jatiminfo.id
Tabung Gas Elpiji 3 kg bersubsidi atau yang dikenal gas melon yang saat ini mengalami lonjakan harga secara drastis. (Foto : Istimewa).

Sumenep – Harga tabung gas elpiji 3 kg atau yang dikenal gas melon di Kecamatan Masalembu, Kabupaten Sumenep, mengalami lonjakan yang signifikan. Beberapa minggu terakhir, tercatat harga tabung gas mencapai Rp35 ribu. Rabu, (21/01/2026).

Kenaikan harga ini menimbulkan kekecewaan dari masyarakat, khususnya bagi ibu rumah tangga dan pelaku usaha kecil yang sangat bergantung pada elpiji sebagai bahan bakar.

Rudiye, warga Desa Sukajeruk, Kecamatan Masalembu, Kabupaten Sumenep, menyampaikan rasa kecewanya atas kenaikan tabung elpiji 3 kg secara drastis. Menurutnya, mengacu pada harga sebelumnya harga tabung gas elpiji Rp29 ribu. Namun, sekarang harganya mencapai Rp35 hingga Rp40 ribu.

“Padahal biasanya saya beli Rp29 ribu. Sekarang sampai Rp35 ribu, bahkan ada yang mencapai Rp40 ribu di toko, itupun barangnya sangat langka,” ujarnya, Selasa (20/1/2026).

READ -  Pembukaan Tournament Sepak Bola PEMDES CUP 2025, Begini Kata Ketua Pelaksana

Ibu dengan setengah tua ini kesal karena harga gas elpiji 3 kg dinilai terlalu mahal dan sangat memberatkan. Ia turut kecewa karena tak hanya harganya yang naik, namun juga sulit mendapatkan tabung gas elpiji tersebut.

“Terus terang, saya pribadi tidak hanya kesal dan kecewa atas mahalnya harga tabung gas elpiji 3 kg itu, tetapi saya juga heran kelangkaan gas itu,” tuturnya.

Kekecewaan itu juga datang dari Rustini, yang berasal dari domisili yang. Ia menilai Sulitnya mendapatkan gas bersubsidi ini membuat aktifitas memasak sering terganggu.