Sumenep – Kasus dugaan hilangnya saldo nasabah usai bertransaksi menggunakan layanan QRIS melalui aplikasi MyBCA di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, masih menyita perhatian publik. Jumat, (05/06/2026).
Meski telah menjadi sorotan masyarakat selama hampir satu bulan terakhir, hingga kini pihak Bank Central Asia (BCA) Cabang Sumenep belum memberikan keterangan resmi terkait persoalan tersebut.
Sejumlah media yang tergabung dalam Aliansi Media Partner (AMP) sebelumnya telah berupaya meminta klarifikasi kepada manajemen BCA Sumenep. Bahkan, pada 25 Mei 2026, AMP secara resmi mengirimkan surat permohonan konfirmasi dan pendalaman informasi kepada pimpinan cabang setempat.
Dalam surat bernomor 032/AMP/V/2026 itu, AMP mengajukan sedikitnya 25 pertanyaan yang berfokus pada tiga isu utama. Selain dugaan hilangnya saldo nasabah melalui transaksi QRIS MyBCA, media juga menyoroti dugaan diskriminasi penggajian karyawan serta minimnya dukungan perusahaan terhadap pelaku UMKM dan pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) di Kabupaten Sumenep.
Khusus terkait dugaan saldo nasabah yang hilang, AMP meminta penjelasan mengenai kasus yang dialami Anwar, warga Sumenep, yang mengaku kehilangan dana sebesar Rp1 juta setelah melakukan transaksi menggunakan QRIS melalui aplikasi MyBCA.
Tak hanya meminta kronologi kejadian dan hasil investigasi internal, AMP juga menanyakan langkah perlindungan yang diberikan kepada nasabah, kemungkinan adanya celah atau gangguan pada sistem transaksi, hingga bentuk tanggung jawab bank terhadap kerugian yang dilaporkan nasabah.

