Dalam kesempatan tersebut, Kholilurrahman juga mengungkapkan rencana Pemerintah Kabupaten Pamekasan untuk mengembangkan sejumlah aset daerah melalui skema investasi.
Beberapa aset yang masuk dalam proyeksi pengembangan di antaranya kawasan wisata Jumiang Atas, Api Alam, Talang Siring, serta Terminal Kargo yang direncanakan dialihfungsikan menjadi kawasan kuliner dan rekreasi.
“Kami masih mencari investor karena kalau mengandalkan APBD tentu tidak mencukupi. Setelah ada investor yang berminat, baru akan kami bahas lebih lanjut nilai investasinya,” ujarnya.
Ia menambahkan, Taman Asri Kowel juga menjadi salah satu lokasi yang masuk dalam rencana pengembangan. Pemerintah daerah masih membuka peluang kerja sama dengan investor untuk mengoptimalkan potensi kawasan tersebut.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pamekasan Supriyanto mengatakan, Taman Asri Kowel memiliki luas sekitar satu hektare dan saat ini berstatus sebagai aset Pemerintah Kabupaten Pamekasan.
Sebelumnya, taman tersebut dikelola oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Kelurahan Kowel. Namun, masa pengelolaan tersebut telah berakhir pada akhir 2025.
“ Kami masih mencari pola pengelolaan yang terbaik. Konsep pengembangannya akan dibahas bersama tokoh masyarakat dan berbagai pihak agar benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” kata Supriyanto.
Menurutnya, DLH akan terlebih dahulu melakukan evaluasi terhadap berbagai fasilitas yang sudah tersedia di kawasan tersebut, termasuk sarana yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

