Sejumlah isu yang menjadi perhatiannya antara lain pemberdayaan UMKM, penciptaan lapangan kerja, peningkatan kualitas pendidikan, serta penguatan ruang bagi anak muda untuk berkembang dan berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Menurutnya, kebijakan pemerintah daerah harus mampu menjawab persoalan nyata yang dihadapi masyarakat. Karena itu, seorang anggota legislatif tidak cukup hanya hadir dalam forum politik, tetapi juga harus mampu memahami persoalan di lapangan dan mengubahnya menjadi gagasan kebijakan.
“Saya ingin anak muda tidak hanya menjadi objek pembangunan. Anak muda harus diberi ruang untuk menjadi bagian dari proses pembangunan dan pengambilan keputusan,” katanya.
Meski Pemilu 2029 masih berada beberapa tahun ke depan, Abdurrahman menilai persiapan politik harus dilakukan sejak jauh hari.
Ia menyebut proses tersebut sebagai kesempatan untuk membangun pengalaman, memperluas komunikasi dengan masyarakat, memahami persoalan daerah, sekaligus memperkuat kapasitas dirinya sebagai kader muda.
“2029 masih jauh, tapi persiapannya harus dari sekarang. Lewat PAN saya ingin belajar, berproses, dan mengabdi untuk Bangkalan,” ujarnya.
Baginya, politik bukan hanya tentang momentum lima tahunan. Politik juga merupakan proses panjang untuk membangun kepercayaan dan menunjukkan kapasitas melalui kerja serta gagasan.
Karena itu, Abdurrahman mengaku ingin terus membangun komunikasi dengan berbagai kelompok masyarakat, khususnya kalangan muda, pelaku UMKM, serta kelompok masyarakat yang memiliki perhatian terhadap masa depan Bangkalan.

