Dinilai Keluar dari Fungsi Akademik, PMII Bangkalan Tolak Pernyataan Rektor UTM Kelola Program MBG

jatiminfo.id
Abd. Kholik, Ketua Umum Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. (Foto: Jatiminfo.id).

Bangkalan – Pernyataan Rektor Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Dr. Safi, terkait kesiapan mengelola program Makan Gizi Gratis (MBG) menuai penolakan karena dinilai bertolak belakang dengan fungsi perguruan tinggi sebagai ruang akademik. Senin, (11/05/2026).

Penolakan itu muncul dari Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bangkalan. Sebagai wadah akademis, PMII menyayangkan dengan pernyataan yang justru keluar dari prinsip dan tujuan pengembangan intelektual mahasiswa, bahkan menjadi legitimasi program pemerintah.

Sesuai yang disampaikan oleh Ketua Umum PC PMII Bangkalan, Abd. Kholik, menolak keras pernyataan sikap kesiapan Rektor UTM dalam mengelola program MBG. Sebab, hal itu tidak mencerminkan keberpihakan terhadap kampus dan fungsi utama perguruan tinggi sebagai ruang akademik

READ -  Puncak TCC 2025: UKM Triple-C UTM Hadirkan Talkshow dan Awarding Lomba

“Kampus tidak seharusnya dijadikan alat legitimasi program pemerintah yang pelaksanaannya berpotensi keluar dari orientasi pendidikan tinggi, yang seharusnya lebih memprioritaskan riset, dan pengembangan intelektual mahasiswa,” ungkap Kholik. Senin, (11/05/2026).

Lebih lanjut, Kholik menyampaikan bahwa kampus memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga independensi dan marwah akademik, bukan justru terlibat dalam pengelolaan teknis program yang berada di luar prioritas substansial pendidikan.

“Kami menilai keterlibatan kampus dalam pengelolaan dapur MBG merupakan bentuk pergeseran prinsip dan fungsi perguruan tinggi. Kampus seharusnya fokus pada penguatan kualitas pendidikan, fasilitas mahasiswa, penelitian, dan kesejahteraan civitas akademika,” tegasnya.