Di Tengah Popularitas Fast Food, Mahasiswa UTM Mengajak Anak-anak Keleyan Mengenal Pangan Lokal

jatiminfo.id
Mahasiswa FKIP Universitas Trunojoyo Madura (UTM) bersama siswa SDN Keleyan 2 usai kegiatan edukasi tentang pangan sehat dan pengenalan pangan lokal di Desa Keleyan, Bangkalan. (Foto: Jatiminfo.id).

“Anak-anak perlu memahami bahwa makanan yang dikonsumsi memiliki manfaat bagi tubuh. Karena itu, kami tidak hanya mengajak mereka membatasi makanan cepat saji, tetapi juga mengenalkan pilihan pangan yang lebih sehat,” kata Karisma.

Dalam kegiatan tersebut, jagung menjadi salah satu bahan pangan yang diperkenalkan kepada anak-anak.

Selain dikenal sebagai sumber karbohidrat dan serat serta mengandung sejumlah vitamin dan mineral, jagung dipilih karena merupakan salah satu pangan lokal yang mudah ditemukan dan dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan.

Bagi mahasiswa, potensi jagung di Desa Keleyan tidak hanya terletak pada hasil pertaniannya. Pangan tersebut juga dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan kembali kekayaan pangan lokal kepada generasi muda.

READ -  Melalui Praktik Bioteknologi Pembuatan Tempe, Mahasiswa UTM Sukses Gelar Sosialisasi Ilmu gizi

Kegiatan pengabdian ini melibatkan mahasiswa dari tiga program studi di lingkungan FKIP UTM, yakni Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD), Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), dan Pendidikan IPA (PIPA).

Kolaborasi lintas program studi itu dilakukan dengan memadukan pendekatan pendidikan anak usia dini, metode pembelajaran bagi siswa sekolah dasar, serta pengetahuan sains mengenai makanan dan gizi.

Dengan pendekatan tersebut, materi tentang pola makan dan pemilihan pangan berupaya disampaikan secara sederhana agar mudah dipahami oleh anak-anak.

Kegiatan itu mendapat pendampingan dari tiga dosen, yakni Fajar Luqman Tri Ariyanto, S.Pd., M.Pd., Dwi Bagus Rendy Astid Putera, S.Pd., M.Pd., dan Dya Qurotul A’yun, S.Pd., M.Pd.