Menurutnya, kader PMII hari ini dituntut mampu menjaga marwah organisasi sekaligus hadir sebagai motor perubahan di tengah dinamika sosial dan perkembangan era digital.
Majlis Pembina Rayon, Qomaruddin, S.Pd., turut memberikan pesan kepada seluruh kader agar tidak melupakan akar tradisi organisasi di tengah modernisasi yang terus berkembang.
“Tradisi adalah identitas, sedangkan modernisasi adalah tantangan. Kader PMII harus mampu berjalan di antara keduanya dengan tetap berpijak pada nilai dasar pergerakan,” tuturnya.
Selain menjadi ajang silaturahmi antar kader dan alumni, kegiatan tersebut juga diisi dengan diskusi kebangsaan dan refleksi perjalanan organisasi. Para peserta diajak memahami pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi tanpa meninggalkan identitas PMII sebagai organisasi kader.
