Opini  

Deretan Komplotan DPR RI Pemakan Gaji Buta dari Dapil Madura

jatiminfo.id
Masduki Fadli.

Empat Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Dapil Madura yang berasal dari Kabupaten Bangkalan ini tidak lebih dari sekadar sekumpulan anak TK yang gemar berebut mainan bernama proyek, persis seperti sindiran legendaris Gus Dur yang ternyata abadi dan menolak usang di pulau ini.

Sindiran itu, yang awalnya ditujukan untuk menggambarkan perilaku kekanak-kanakan politisi nasional secara umum, kini menemukan manifestasi paling konkretnya di pulau garam. Arena politik yang seharusnya menjadi panggung perjuangan ideologis kini menyusut kelasnya menjadi sekadar pasar transaksi materi, tempat para elite sibuk mengamankan konsesi ketimbang memikirkan nasib rakyat yang mereka wakili.

Deretan empat anggota DPR RI dapil madura yang berasal dari Kabupaten Bangkalan yang dinilai belum memberikan dampak pada masyarakat Bangkalan.

Sangat menggelikan melihat para wakil rakyat yang terhormat ini mendadak amnesia dengan identitas Madura setelah berhasil mengemis suara dan duduk nyaman di kursi empuk Senayan. Karakteristik manusia Madura yang dikenal religius, memegang teguh harga diri, dan loyal pada janji, seolah menguap tanpa bekas ketika mereka memasuki belantara kekuasaan di ibu kota.

READ -  Media Massa, Pesantren, dan Kejahatan Pikiran

Mereka melesat jauh ke ibu kota, meninggalkan konstituennya bertarung sendirian melawan kemiskinan ekstrem, infrastruktur yang hancur lebur, dan ritual mingguan pemadaman listrik bergilir. Kontras ini begitu menyakitkan: di satu sisi kita melihat kemewahan hidup para legislator yang terekspos di Jakarta, sementara di sisi lain, tanah garam ini masih terus bergelut dengan rapor merah indeks pembangunan manusia, infrastruktur, dan ketimpangan ekonomi yang kian menganga.