“Pembangunan harus terus diarahkan lebih inklusif agar ketimpangan bisa dikendalikan,” ujarnya.
Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Pamekasan pada 2025 tercatat mencapai 71,64. Angka tersebut menunjukkan adanya peningkatan kualitas hidup masyarakat yang tercermin dari sektor pendidikan, kesehatan, dan daya beli
Namun, di tengah sejumlah indikator pembangunan yang menunjukkan tren positif, pemerintah daerah juga menghadapi tantangan berupa meningkatnya risiko bencana.
Kholilurrahman menyebut Indeks Risiko Bencana Pamekasan pada 2025 berada di angka 86,50. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kerentanan wilayah yang perlu diantisipasi melalui penguatan mitigasi dan kesiapsiagaan bencana.
“Ini menjadi perhatian serius agar pembangunan tetap berkelanjutan dan aman bagi masyarakat,” ucapnya.
Secara umum, Pemerintah Kabupaten Pamekasan menilai capaian pembangunan selama 2025 menunjukkan perkembangan positif.
Meski demikian, sejumlah persoalan, mulai dari kemiskinan, akses pekerjaan, pemerataan pembangunan, hingga risiko bencana, masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pada tahun-tahun berikutnya.

