Sementara itu, Koordinator Swadaya, Ali Mansur, mengatakan perbaikan jalan tersebut ditargetkan mencapai panjang sekitar 2.500 hingga 3.000 meter. Namun, pengerjaan dilakukan secara bertahap menyesuaikan dengan dana yang berhasil dihimpun.
“Sementara yang terkumpul Rp100 juta lebih. Tapi bantuan masih terus mengalir,” ungkap Mansur.
Ia menjelaskan, kebutuhan anggaran untuk pembangunan jalan tersebut cukup besar. Untuk pengerjaan beton sepanjang 350 meter saja, dibutuhkan anggaran sekitar Rp200 juta.
Dari jumlah tersebut, pembelian beton cair mencapai Rp197,35 juta. Anggaran tersebut belum termasuk kebutuhan kawat serta biaya operasional lainnya.
“Segala macam cara untuk mengumpulkan dana kita gunakan untuk bisa terealisasi pembangunan,” ujarnya.
Mansur menambahkan, jalur yang diperbaiki tidak hanya berada di satu wilayah administrasi. Jalan tersebut melintasi Desa Mangar, kemudian menuju Desa Sejati, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, sebelum kembali masuk ke wilayah Kabupaten Pamekasan, tepatnya Desa Terrak.
Meski melintasi wilayah dua kabupaten, masyarakat tetap berupaya mengerjakan pembangunan jalan secara berkesinambungan tanpa membedakan batas administrasi.
“Tetap nyambung, sekalipun di tengah masuk Sampang, tetap nyambung,” pungkasnya.

