BEM SI Kerakyatan Korda Madura Raya Soroti Ketimpangan Madura, Siapkan Aksi 28 Agustus

jatiminfo.id
Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Kerakyatan Wilayah Jawa Timur Korda Madura Raya. (Foto: Jatiminfo.id).

“Refleksi ini bukan sekadar seremonial. Masih banyak persoalan yang membutuhkan perhatian serius, mulai dari ketimpangan pembangunan, kemiskinan, hingga akses layanan dasar. Kami ingin memastikan suara masyarakat Madura terus diperjuangkan,” ujar Alex.

Senada dengan Alex, Koordinator BEM SI Kerakyatan Wilayah Jawa Timur Moh Iskil El Fatih menegaskan bahwa persoalan yang terjadi di daerah harus menjadi bagian dari agenda perjuangan mahasiswa di tingkat provinsi.

Menurut dia, mahasiswa tidak boleh hanya berhenti pada penyampaian kritik, tetapi perlu mengawal persoalan tersebut melalui advokasi dan gerakan bersama.

BEM SI Kerakyatan Madura Raya juga menyatakan kesiapan untuk bergabung dalam aksi BEM SI Kerakyatan Jawa Timur yang dijadwalkan berlangsung pada 28 Agustus 2026.

READ -  MK Tegaskan Kepentingan Nasional di Atas Pasar Global, Dignity Law: Kemenangan Besar bagi Kedaulatan SDA

Keterlibatan tersebut menjadi upaya mahasiswa membawa berbagai persoalan Madura ke ruang advokasi yang lebih luas di tingkat Jawa Timur.

Mahasiswa berharap pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap persoalan pembangunan, layanan dasar, kemiskinan, serta pengelolaan sumber daya alam di Madura.

Mereka juga mendorong agar kebijakan pemerintah tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.

Melalui aksi tersebut, BEM SI Kerakyatan Madura Raya menegaskan bahwa refleksi kemerdekaan harus berujung pada keberanian mengawal kepentingan rakyat, termasuk membawa persoalan daerah ke tingkat provinsi untuk diperjuangkan secara bersama-sama.