BASHRA BIP dan Lapas Pamekasan Teken MoU, Perkuat Pemberdayaan Warga Binaan melalui Peternakan

jatiminfo.id
Founder BASHRA BIP, Ali Zainal Abidin, saat memberikan sambutan di mandha'pa raden dhaksena lapas pamekasan. (Foto : JatimInfo.id).

Sementara itu, Kepala Kanwil Ditjenpas Jawa Timur Kusnali menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menilai keterlibatan warga binaan dalam program pertanian dan peternakan merupakan bagian penting dari proses pembinaan.

Menurut Kusnali, melalui program tersebut warga binaan tidak hanya mendapatkan keterampilan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk memperoleh bekal ekonomi setelah menyelesaikan masa pidananya.

“Pertama, mereka mendapatkan ilmu dari pertanian dan peternakan, mulai dari bagaimana memilih benih, cara tanam, pemupukan dan sebagainya,” jelasnya.

Selain keterampilan, warga binaan juga memperoleh premi atas pekerjaan yang dilakukan. Premi tersebut disebut setara dengan UMR, dengan maksimal setengahnya wajib disimpan melalui Bank BRI sebagai tabungan.

“Ketika keluar dari lapas, tabungan itu bisa dibawa pulang. Jadi, ilmu sudah didapat, modal sudah ada, tinggal membuka usaha,” ungkapnya.

READ -  BIP Gelar “Kemana Kita Akan Pergi?”, Dorong Warga Binaan Lapas Pamekasan dengan Bantuan 2 Miliar

Ia berharap sinergi melalui MoU tersebut dapat terus dikembangkan sehingga pembinaan warga binaan tidak hanya berorientasi pada keterampilan selama berada di dalam Lapas, tetapi juga mampu menjadi bekal untuk membangun kehidupan yang mandiri setelah bebas.

Melalui kerja sama BASHRA BIP dan Lapas Kelas IIA Pamekasan ini, program pemberdayaan diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan dan menghadirkan asas manfaat yang nyata, baik bagi warga binaan maupun masyarakat secara luas.