Bangkalan Juru Kunci Pembangunan Desa di Madura

jatiminfo.id
Ilustrasi oleh tim Jatiminfo.com

Bangkalan – Hasil pendataan Indeks Desa (ID) tahun 2025 menunjukkan realitas yang pahit mengenai pembangunan desa di Kabupaten Bangkalan. Secara resmi, Bangkalan menempati posisi paling terpuruk di antara seluruh kabupaten di Pulau Madura, di mana gap pembangunan dengan wilayah tetangga, terutama Sumenep, kini menganga lebar.

Data yang menjadi pijakan laporan ini bersumber dari Kepmen Desa Nomor 343 Tahun 2025 Tentang Status Kemajuan Dan Kemandirian Desa Tahun 2025. Data ini adalah hasil dari pendataan Indeks Desa yang berlangsung dari Maret hingga Juli 2025.

Bangkalan mencatatkan skor rata-rata kemandirian desa paling jeblok, yakni 69,95. Angka tersebut gagal menembus batas psikologis 70 dan jauh tertinggal dari kabupaten Madura lainnya. Setelah Bangkalan, berturut-turut ada Sampang (70,78), Pamekasan (71,45), dan Sumenep yang memimpin mutlak dengan skor impresif 76,72.

READ -  Saldo Nasabah BCA di Sumenep Berkurang Hingga Jutaan Rupiah Usai QRIS Error

Skor yang rendah itu membongkar kelemahan fundamental di wilayah Bangkalan: kegagalan mencetak desa berstatus Mandiri. Dari 273 desa yang ada, Bangkalan hanya mampu menghasilkan 18 desa Mandiri.

Ini adalah tragedi statistik ketika perbandingan dilakukan dengan Sumenep. Kabupaten di ujung timur Madura tersebut berhasil mendidik 134 desa mencapai status Mandiri, hampir delapan kali lipat lebih banyak dari Bangkalan.

Alih-alih Mandiri, desa-desa di Bangkalan mayoritas masih bergelut di status Berkembang, yakni sebanyak 136 desa. Jumlah desa Berkembang di Bangkalan menjadi yang terbanyak kedua se-Madura, hanya sedikit di bawah Bangkalan. Kondisi ini menunjukkan bahwa laju percepatan pembangunan dan pemberdayaan ekonomi di wilayah ini jauh lebih lambat dan terkendala.