Surabaya – Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Peduli Jawa Timur (APMP Jatim) mendesak penghentian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah kembali muncul dugaan kasus keracunan yang menimpa 29 siswa di Jember. Dengan tambahan kasus tersebut, APMP Jatim mencatat total korban keracunan yang berkaitan dengan pelaksanaan MBG di Jawa Timur telah mencapai 994 siswa sejak program tersebut mulai dijalankan.
Kabid Analisis Politik dan Kebijakan Publik APMP Jatim, Mahmudi, S.Ag, menilai jumlah korban yang terus bertambah menunjukkan bahwa persoalan dalam pelaksanaan MBG tidak lagi dapat dipandang sebagai insiden teknis semata.
“APMP Jawa Timur dengan tegas menyatakan bahwa total 994 korban keracunan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jawa Timur sejak program ini dimulai hingga saat ini sudah cukup menjadi alasan untuk merekomendasikan penghentian MBG. Kami berharap DPRD Jawa Timur tidak menutup mata terhadap persoalan ini dan segera mengambil langkah politik yang berpihak pada keselamatan anak,” ujarnya, Jumat (17/7/2026).
Menurut Mahmudi, tujuan mulia program pemenuhan gizi bagi pelajar tidak boleh mengesampingkan aspek keamanan pangan. Ia menegaskan keselamatan peserta didik harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan publik yang menyasar anak-anak.
“Jangan sampai program yang bertujuan meningkatkan gizi justru terus menambah daftar korban keracunan. Negara memiliki kewajiban melindungi hak anak atas kesehatan dan keamanan, sehingga evaluasi menyeluruh terhadap program ini menjadi kebutuhan yang mendesak,” katanya.

