Perkuat Pelayanan Preventif, Puskesmas Arosbaya Luncurkan Sistem Informasi Visual Laboratorium

jatiminfo.id
Perawat Puskesmas Arosbaya saat menunjukkan "Buku Saku Si Noval". (Foto : Jatiminfo.id).

Bangkalan – Lonjakan kasus Penyakit Tidak Menular (PTM), khususnya diabetes mellitus, menjadi tantangan serius dalam sistem pelayanan kesehatan, baik secara nasional maupun daerah. Kamis, (19/02/2026).

Menjawab kondisi tersebut, Puskesmas Arosbaya meluncurkan inovasi bertajuk Sistem Informasi Visual Laboratorium (SI NOVAL), sistem pencatatan hasil pemeriksaan gula darah dalam bentuk buku saku pasien yang praktis dan mudah dipahami.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, prevalensi diabetes di Indonesia terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Sekitar 11 persen populasi dewasa atau lebih dari 20 juta orang hidup dengan diabetes.

Penyakit ini juga menjadi salah satu penyumbang terbesar beban pembiayaan kesehatan nasional, terutama akibat komplikasi karena keterlambatan deteksi dan rendahnya kepatuhan kontrol rutin.

READ -  CKG Sekolah: Langkah Puskesmas Tragah Bangun Generasi Sehat dan Tangguh

Di Kabupaten Bangkalan, tren kasus PTM, khususnya diabetes, juga menunjukkan peningkatan signifikan. Jika sebelumnya didominasi kelompok usia di atas 40 tahun, kini kasus mulai bergeser ke usia lebih muda, termasuk remaja. Pola hidup tidak sehat, kurang aktivitas fisik, serta konsumsi makanan tinggi gula dan lemak menjadi faktor pemicu utama.

Kepala Puskesmas Arosbaya, dr. Hj. Anita Oktavia, M.Si., mengatakan SI NOVAL dirancang sebagai solusi sederhana namun strategis untuk memperkuat pelayanan preventif.

“Inovasi ini kami hadirkan sebagai bentuk komitmen meningkatkan kualitas pelayanan laboratorium yang berorientasi pada kebutuhan pasien. Dokumentasi yang konsisten akan membantu pasien lebih disiplin dan memudahkan tenaga kesehatan dalam evaluasi terapi,” ujarnya.