Peserta Aksi yang Tergabung BEM SI Kecewa, Ketua DPRD Jatim Tinggalkan Tanpa Alasan

jatiminfo.id
Ketua DPRD Jawa Timur, Musyafak Rouf menemui massa aksi BEM SI Jatim di depan Gedung DPRD Jatim, Surabaya. (Foto: Jatiminfo.id).

Surabaya – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Jawa Timur menyatakan kekecewaan terhadap Ketua DPRD Jatim Musyafak Rouf, yang dinilai tidak serius mendengarkan tuntutan massa aksi dalam demonstrasi di depan Gedung DPRD Jatim. Rabu, (11/2/2026).

Berdasarkan pantauan di lokasi, Musyafak sempat keluar menemui mahasiswa yang berunjuk rasa. Namun, pertemuan tersebut berlangsung singkat, kurang dari 10 menit, sebelum ia kembali masuk ke dalam gedung dewan dengan pengawalan.

Koordinator aksi, Rizqi Senja, mengatakan Musyafak tidak memberikan penjelasan kepada massa saat meninggalkan lokasi. Padahal, mahasiswa telah meminta dialog terbuka dengan duduk bersama untuk membahas tuntutan yang dibawa.

“Bahkan dari Ketua DPRD Jawa Timur sendiri benar-benar tidak mau mendengarkan kami. Jadi kami rasa itu salah satu bentuk pengkhianatan DPR Jawa Timur terhadap massa aksi hari ini,” ujar Senja di lokasi aksi.

READ -  Wali Kota Eri Siapkan Poling Publik, Warga Bakal Tentukan Arah Pembangunan Surabaya

Menurut Senja, sikap tersebut memperkuat anggapan bahwa ruang aspirasi mahasiswa semakin menyempit. Ia menilai gerakan mahasiswa selama ini kerap dibatasi dan tidak memperoleh respons memadai dari para pemangku kebijakan.

Dalam aksi tersebut, BEM SI Jatim membawa lima tuntutan utama, yakni percepatan reaktivasi status 11 juta penerima PBI BPJS, penolakan wacana pemilihan kepala daerah oleh DPRD, dorongan pengangkatan fokus kesejahteraan guru honorer, pertanggungjawaban pemerintah atas deforestasi di Indonesia, serta pembebasan tahanan politik aktivis yang dinilai menyuarakan kebenaran dan keadilan.