Graha Yakusa: Kawah Candradimuka Kaderisasi Kaum Muda Jawa Timur

jatiminfo.id
Revitalisasi Gedung Kaderisasi Graha Yakusa Malang. (Foto : Jatiminfoid).

Malang – Di sebuah sudut Kabupaten Malang, ada sebuah rumah yang tidak sekadar menjadi tempat singgah. Rumah itu hidup, bernapas, dan bekerja sebagai kawah Candradimuka bagi pemuda Jawa Timur tempat mereka ditempa, berdiskusi, dan belajar menafsirkan makna keumatan serta kebangsaan. Nama rumah itu: Graha Yakusa.

Graha ini lahir dari ide Muhlis Ali, putra Bangkalan yang menapaki jalan aktivisme sejak HMI di Jakarta pada 1990-an. Dari pengalaman itu, ia menyadari betapa kaderisasi seringkali menuntut biaya pribadi yang besar.

“Dulu, saya dan teman-teman harus menjual aset pribadi hanya untuk menjalankan kaderisasi. Itu sangat berat. Sekarang, saya ingin tidak ada lagi adek-adek ketua organisasi yang harus menanggung beban itu,” kata Muhlis Ali.

READ -  Dinilai Tidak Mampu Pimpin Polrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfi Minta Dicopot

Awalnya, Graha Yakusa hanyalah ruang sempit dengan kegiatan sederhana. Pertemuan dilakukan dalam lingkar kecil, tapi dari ruang yang terbatas itu lahirlah semangat besar. Diskusi tentang keumatan, kebangsaan, hingga persoalan sosial menjadi latihan rutin yang membentuk karakter dan pemikiran para kader.

“Kami memulai dari ruang terbatas, tapi semangatnya luas. Setiap diskusi adalah latihan membangun karakter dan pemahaman tentang bangsa,” tambah Muhlis.

Seiring waktu, Graha Yakusa berkembang. Kini ruangannya lebih luas, mampu menampung pelatihan kepemimpinan, kajian intelektual, penguatan nilai keislaman, dan pembinaan generasi muda lintas organisasi.