Soroti Maraknya Tambang Ilegal dan Curamor, FKMG Gandeng PPB Gelar Aksi Damai ke Polres Bangkalan

jatiminfo.id
Koordinator lapangan FKMG–PPB dan Kapolres Bangkalan berfoto usai dialog dengan massa aksi di depan Mapolres Bangkalan, Selasa (13/1/2026). (Foto: Jatiminfo.id, 2026).

Bangkalan — Aksi damai yang digelar Forum Komunikasi Mahasiswa Geger (FKMG) bersama Paguyuban Pemuda Bangkalan (PPB) ke Mapolres Bangkalan. Aksi tersebut menyoroti tentang maraknya praktik tambang ilegal dan Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor).

Aksi yang diwarnai tindakan represif oknum kepolisian menjadi atensi mahasiswa untuk bergerak. Diketahui, aksi tersebut sebagai bentuk keprihatinan mahasiswa dan pemuda Bangkalan terhadap maraknya aktivitas tambang ilegal dan Curanmor di Kabupaten Bangkalan.

Korlap aksi, Rohmatulloh Siddik, menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Polres Bangkalan. Di antaranya, penghentian total praktik tambang ilegal di seluruh wilayah Bangkalan, penertiban aktivitas pertambangan yang melanggar hukum, penangkapan pelaku curanmor, serta pengembalian kendaraan hasil curian kepada para korban.

READ -  Dua Tersangka Tambang Ilegal di Bangkalan Berkeliaran, Polres Tegaskan Bukan Penangguhan

Selain itu, massa juga mendesak aparat kepolisian untuk meningkatkan keamanan dari tingkat kecamatan hingga kabupaten guna menekan angka kriminalitas.

Menurut Rohmatulloh, maraknya tambang ilegal dan curanmor menunjukkan adanya persoalan serius dalam penegakan hukum. Ia menilai aparat penegak hukum belum maksimal dalam menjalankan tugasnya melindungi masyarakat.

“Kami datang dengan aksi damai dan konstitusional untuk menyampaikan aspirasi, tetapi justru mendapatkan perlakuan represif dari oknum anggota kepolisian,” ujar Rohmatulloh dalam orasinya.

Atas insiden tersebut, FKMG dan PPB menambahkan satu tuntutan khusus, yakni mendesak Kapolres Bangkalan agar menindak tegas oknum anggota Polres Bangkalan yang diduga melakukan tindakan anarkis dan represif terhadap massa aksi.