Bangkalan – Jalan desa berupa rabat beton yang berada di Dusun Torsobih, Desa Kokop, Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan, menuai sorotan tajam warga. Pasalnya, jalan yang diduga baru sekitar sepekan rampung dikerjakan, kini sudah ambles dan mengalami kerusakan parah.

Pantauan di lapangan menunjukkan, permukaan rabat beton tampak retak, ambles di sejumlah titik, bahkan sebagian badan jalan terbelah. Kondisi ini dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan serta mengganggu aktivitas warga yang selama ini mengandalkan akses tersebut.
“Ini masih seumur jagung, baru sekitar seminggu selesai dibangun tapi sudah rusak. Kalau kondisinya seperti ini, wajar masyarakat mempertanyakan kualitas pengerjaannya,” ujar seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya, Senin (7/1/2026).
Warga menilai, kerusakan dini seperti ini kecil kemungkinan terjadi apabila proyek dikerjakan sesuai spesifikasi teknis. Dugaan pun mengarah pada kualitas material yang buruk, metode pengerjaan yang tidak standar, hingga lemahnya pengawasan selama proses pembangunan.
“Kalau dikerjakan dengan benar, tidak mungkin secepat ini ambruk. Ini uang negara, bukan uang pribadi. Kami minta ada pemeriksaan dan evaluasi menyeluruh,” tegas warga lainnya.
Ambruknya rabat beton tersebut menimbulkan kekecewaan mendalam di tengah masyarakat. Proyek jalan desa yang seharusnya menjadi penunjang mobilitas dan peningkatan kesejahteraan warga justru berubah menjadi persoalan baru.
