Pada lansia, kondisi tersebut dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari, terutama ketika rasa nyeri membuat seseorang mengurangi gerakan.
Karena itu, pendekatan nonfarmakologis melalui aktivitas fisik yang sesuai kemampuan, latihan gerak, dan perawatan diri menjadi salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk membantu mempertahankan fungsi tubuh.
Dalam kegiatan di Dusun Pandien, Senam Lutut “SEL PATUH” diperkenalkan sebagai latihan yang dapat dilakukan secara mandiri dengan dukungan keluarga, kader kesehatan, maupun pendampingan tenaga kesehatan.
Sejumlah penelitian yang menjadi rujukan dalam materi kegiatan juga menunjukkan bahwa latihan gerak dan senam lutut berpotensi membantu mengurangi keluhan nyeri pada lansia dengan gangguan persendian.
Namun, hasil kegiatan tersebut belum digunakan untuk menyimpulkan perubahan jangka panjang terhadap tingkat nyeri maupun risiko jatuh para peserta.
Evaluasi lanjutan tetap diperlukan untuk melihat sejauh mana kebiasaan latihan yang dilakukan secara rutin dapat memberikan manfaat terhadap kondisi peserta.
Bagi warga Dusun Pandien, kegiatan itu menjadi langkah awal untuk membangun kesadaran bahwa menjaga kesehatan di usia lanjut tidak selalu harus dimulai dengan sesuatu yang rumit.
Kadang, upaya itu dimulai dari hal sederhana: menggerakkan tubuh, melatih lutut, menjaga keseimbangan, dan tidak menyerah pada keterbatasan.
Sebab, bagi lansia, kemampuan untuk tetap melangkah bukan hanya tentang berpindah dari satu tempat ke tempat lain.
