Senam lutut tersebut dirancang sebagai latihan sederhana untuk membantu menjaga kelenturan persendian, memperkuat otot di sekitar lutut, dan mendukung keseimbangan tubuh.
Latihan yang dilakukan secara rutin dan sesuai kemampuan diharapkan dapat membantu lansia tetap aktif dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Tokoh Ranting NU Burneh, As’ad Abdul Karim, mengapresiasi kegiatan tersebut karena dinilai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya kelompok lansia.
Menurut As’ad, persoalan kesehatan lansia sering kali luput dari perhatian karena dianggap sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari proses penuaan. Padahal, lansia tetap membutuhkan pendampingan, pengetahuan, dan ruang untuk menjaga kualitas hidup mereka.
“Kegiatan seperti ini sangat penting karena para lansia tidak hanya datang untuk berkumpul, tetapi juga mendapatkan pengetahuan dan praktik yang dapat mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar As’ad.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan dan tidak berhenti sebagai program satu kali.
Menurut dia, kesehatan lansia bukan hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan keluarga dan lingkungan sekitar.
“Lansia adalah bagian penting dari keluarga dan masyarakat. Ketika mereka tetap sehat dan mampu beraktivitas secara mandiri, maka kualitas kehidupan keluarga dan lingkungan juga ikut terjaga,” katanya.
Osteoartritis sendiri merupakan gangguan kronis pada persendian yang dapat menimbulkan nyeri, kekakuan, dan keterbatasan gerak.
