Warga Alas Kembang Keluhkan Tarif Biaya Berobat di Pustu Binoh Burneh Mahal

Puskesmas Pembantu (Pustu) yang berlokasi di Desa Binoh, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan tepatnya samping pasar Tona'an, (Foto : Jatiminfo.id, 2025).

Bangkalan — Warga Desa Alas Kembang, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan, dibuat geram dengan mahalnya biaya pengobatan di Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Binoh.

Seorang warga berinisial N mengaku harus merogoh kocek hingga Rp500 ribu hanya untuk perawatan luka sobek di tangan setelah mengambil pelepah kelapa.

Ironisnya, dari biaya sebesar itu, ia tidak mendapatkan kwitansi bahkan hanya mendapat tiga jenis obat yakni Ciprofloxacin HCI, Mefenamic acid dan Polofar Plus dari mantri yang bertugas di Pustu tersebut.

“Saya sampai harus pinjam uang ke tetangga buat bayar. Lukanya cuma dijahit dan dikasih obat tiga macam, tapi disuruh bayar setengah juta,” ujar N dengan nada kecewa. Minggu, (9/11/2025).

Keluhan serupa rupanya bukan hanya datang dari satu orang. Sejumlah warga sekitar juga membenarkan bahwa Pustu Binoh dikenal mematok tarif tinggi untuk layanan pengobatan.

“Kalau berobat disana memang terkenal mahal mas, sudah bukan jadi rahasia umum lagi,” ungkap warga lainnya.

Mahalnya biaya layanan di fasilitas kesehatan tingkat desa ini memunculkan pertanyaan besar tentang pengawasan pemerintah dan transparansi tarif pelayanan kesehatan yang seharusnya berpihak kepada masyarakat kecil.

masyarakat berharap ada tindakan tegas agar pelayanan kesehatan di tingkat desa benar-benar berpihak kepada rakyat kecil, bukan justru membebani mereka.

Menanggapi keluhan warga terkait mahalnya biaya pengobatan di Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Binoh, Kepala Puskesmas Burneh, Syaiful Hidayat, S.Kep, Ns, akhirnya angkat bicara.

Exit mobile version