Pengakuan Kepsek Picu Polemik: Kerusakan Sekolah Dibiarkan Agar Bisa Ajukan Anggaran Rehab

jatiminfo.id
Kondisi bangunan SDN Tanah Merah Laok 1, yang sengaja dibiarkan supaya mendapatkan anggaran rehab. (Foto : Jatiminfo.id).

Bangkalan – Penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pada pos pemeliharaan sarana dan prasarana di SDN Tanah Merah Laok 1, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan menuai sorotan. Pasalnya, dari total anggaran Rp28.466.300, sebagian besar justru terserap untuk pembelian buku siswa dan guru.

Berdasarkan data penggunaan anggaran, sekitar Rp22.357.300 atau hampir seluruh anggaran pada pos pemeliharaan sarana dan prasarana digunakan untuk pembelian buku. Kondisi tersebut memunculkan tanda tanya, mengingat dalam delapan standar penggunaan Dana BOS, pengadaan buku seharusnya masuk pada pos pengembangan perpustakaan, bukan pada pos pemeliharaan sarana dan prasarana.

Sementara itu, kondisi fisik bangunan sekolah justru terlihat memprihatinkan. Tepat di depan kantor kepala sekolah, tembok bangunan tampak mengelupas dan atap terlihat mulai bolong.

READ -  Dampak Atap dan Plafon Ambruk, Proses Belajar Mengajar SDN Tlagah 2 di Rumah Warga

Saat dikonfirmasi terkait penggunaan anggaran tersebut, Kepala SDN Tanah Merah Laok 1, Musaid, membeberkan rincian penggunaan dana pada pos pemeliharaan sarana dan prasarana selama tahun anggaran berjalan.

“Total dana pada pos sarana dan prasarana itu Rp28.466.300,” ujar Musaid. Rabu, (11/3/2026).

Ia menjelaskan, pada bulan Juli anggaran digunakan untuk pembelian buku bagi siswa dan guru sebesar Rp21.430.300 serta pemeliharaan prasarana lahan dan peralatan sekolah sebesar Rp2.825.000. Kemudian pada bulan Agustus, dana digunakan untuk pembelian buku siswa sebesar Rp927.000.