Meski demikian, penerapan digitalisasi pembelajaran melalui microsite juga menghadapi sejumlah tantangan. Di antaranya keterbatasan kemampuan digital sebagian guru serta akses internet yang belum merata bagi seluruh siswa.
Karena itu, pihak sekolah terus berupaya meningkatkan kompetensi digital guru melalui berbagai pelatihan dan pendampingan pemanfaatan teknologi pembelajaran.
“Ke depan kami akan terus melakukan pendampingan dan pelatihan kepada guru agar pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran bisa berjalan maksimal,” tambah Rasid.
Komitmen UPTD SMPN 1 Konang dalam mendorong inovasi pembelajaran juga mendapat pengakuan. Pada tahun 2024, sekolah tersebut meraih Anugerah Madura Award dengan kategori Sekolah Inovatif tingkat SMP di Kabupaten Bangkalan.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas berbagai inovasi pembelajaran yang dikembangkan sekolah, termasuk penguatan literasi digital serta pemanfaatan teknologi dalam proses belajar mengajar.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan,” pungkas Rasid.
