Ketua tim kegiatan, Rimasegi Fernanda, mengatakan program ini dirancang berdasarkan kebutuhan siswa untuk belajar melalui praktik langsung.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan literasi sains dan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pangan bergizi,” ujarnya.
Tak hanya melibatkan siswa, kegiatan ini turut menggandeng masyarakat sekitar. Empat pemateri Rima, Ima, Safiya, dan Vinna memperkenalkan proses pembuatan tempe, kandungan gizi, serta potensi ekonomi produk fermentasi tersebut. Masyarakat juga antusias mengikuti penjelasan, ditunjukkan dengan berbagai pertanyaan terkait proses fermentasi dan peluang usaha tempe.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperluas pemahaman siswa dan masyarakat mengenai bioteknologi sebagai teknologi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, sekaligus memperlihatkan dampak positif kolaborasi antara institusi pendidikan dan masyarakat dalam mendorong literasi pangan bergizi.
