Kritik Dana Iuran PGRI Dibalas Ancaman, Abdul Munib Sebut Media dan LSM Biang Penyakit Pendidikan

jatiminfo.id
Abdul Munib, ketua PGRI Kabupaten Bangkalan saat menggelar KONKAB PGRI Kabupaten Bangkalan masa bakti XXIII 2026. (Foto : Istimewa).

Bangkalan – Polemik dugaan minimnya transparansi pengelolaan iuran Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bangkalan terus bergulir dan memantik gelombang kritik publik. Sabtu, (23/05/2026).

Sorotan yang awalnya muncul dari pemberitaan media terkait aliran iuran bulanan anggota PGRI, kini justru melebar menjadi kontroversi serius setelah Ketua PGRI Kabupaten Bangkalan, Abdul Munib, melontarkan pernyataan yang dinilai arogan dan menyerang profesi wartawan serta Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Alih-alih membuka ruang klarifikasi dan transparansi terkait pengelolaan dana organisasi, Abdul Munib dalam forum resmi Konferensi Kerja Kabupaten (KONKAB) masa bakti XXIII Tahun 2026 justru menyampaikan pernyataan bernada konfrontatif terhadap media yang menyoroti persoalan tersebut.

Dalam pidatonya, Abdul Munib mengaku sengaja tidak menyebarkan berita tersebut ke grup-grup pengurus cabang karena menilai media yang memberitakan dugaan ketidaktransparanan itu “tidak meyakinkan”.

READ -  Prascamp 3D SMAN 1 Tanjungbumi, Bangun Karakter dan Jiwa Kepemimpinan Generasi Muda

“PGRI Kabupaten Bangkalan sekarang sedang diviralkan oleh media, mungkin ingin menyerang PGRI. Ada satu media yang memberitakan bahwa PGRI Kabupaten Bangkalan tidak transparan dalam menggunakan keuangan PGRI,” ujarnya di hadapan peserta KONKAB.

Tak berhenti di situ, Abdul Munib juga mengklaim telah berkonsultasi dengan sejumlah wartawan, Kepala Dinas Pendidikan Bangkalan, hingga pihak kepolisian terkait pemberitaan tersebut. Ia bahkan menyebut ada saran untuk melayangkan somasi kepada media yang dianggap menyerang PGRI.