Gas Elpiji 3 kg Langka, Warga dan Pengecer Keluhkan: Elpiji adalah Kebutuhan Pokok

jatiminfo.id
Salah satu warung pengecer gas 3 kg di Desa Sukajeruk, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur yang kini mengeluhkan soal kelangkaan elpiji 3 kg yang menjadi kebutuhan pokok. (Foto : Jatiminfo.id).

Sumenep – Lagi-lagi warga dihebohkan dengan kelangkaan gas elpiji 3 kg yang kian menjadi keluhan hangat di kalangan warga kepulauan Masalembu, Kabupaten Sumenep. Pasalnya, saat ini warga dituntut untuk kembali kepada aktivitas tradisional, yaitu dengan menggunakan kayu bakar.

Sebab, kelangkaan gas elpiji 3 kg ini berdampak langsung pada masyarakat atau warga Kecamatan Masalembu, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur sebagai pengguna rutin gas bersubsidi itu. (17/1/2026).

Tija (55 tahun), warga Desa Sukajeruk, mengaku sudah kehabisan elpiji sejak satu minggu terakhir. Untuk memenuhi kebutuhan memasak, ia terpaksa beralih menggunakan kayu bakar.

Kelangkaan gas turut juga berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat, warga yang berjualan di warung makanan skala kecil menutup usaha karena tidak memiliki pasokan elpiji.

READ -  PC IMM Sumenep Siap Rilis Raport Evaluasi Satu Tahun Kepemimpinan Bupati Sumenep

“Biasanya warga langsung beli di warung dekat rumah, tapi sudah hampir satu minggu tidak ada. Kalau pun ada, harganya mahal,” kata Tija Sabtu (17/1/2026)

Kenaikan harga membuat warga semakin kesulitan, terutama bagi keluarga yang bergantung pada elpiji 3 Kg untuk memasak sehari-hari.

Beberapa warga terpaksa menggunakan kayu bakar sebagai alternatif sementara, ini sangat merepotkan, apalagi untuk keperluan bagi pelaku UMKM.

Sementara itu, salah satu pengecer warga desa sukajeruk yang enggan di sebut namanya mengaku, dirinya juga mengalami kendala mendapatkan pasokan dari distributor.