“Kami sangat senang melihat semangat para peserta mengikuti pelatihan ini. Semoga kegitan-kegiatan positif semacam ini terus berlanjut untuk memberikan pemahaman tentang etika komunikasi dan pelayanan publik,” ungkap Ridy dengan semangat.
Antusiasme peserta terlihat sejak awal hingga akhir acara. Banyak peserta mengakui bahwa pelatihan ini membuka wawasan mereka tentang pentingnya peran komunikasi dalam membangun citra positif lembaga.
“Saya jadi lebih paham bahwa komunikasi yang baik bisa membuat pelayanan lebih manusiawi dan berdampak,” ujar salah satu peserta.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya berhenti pada tataran teori, tetapi juga menjadi bekal nyata bagi peserta untuk diterapkan di lingkungan kerja, organisasi, dan masyarakat.
Fakultas Ilmu Komunikasi UNIBA Madura berencana untuk terus melaksanakan kegiatan serupa secara berkala, baik dalam bentuk seminar, pelatihan, maupun workshop kolaboratif dengan mitra eksternal.
Dengan mengusung nilai “Komunikasi Beretika, Pelayanan Berkualitas”, pelatihan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kesadaran bahwa komunikasi bukan sekadar alat menyampaikan pesan, tetapi juga sarana membangun kepercayaan, empati, dan kemanusiaan dalam setiap pelayanan.

