Ia menegaskan bahwa kehadiran pimpinan kampus bukan sekadar simbolis, melainkan bentuk penghargaan terhadap dinamika dan perjuangan organisasi mahasiswa.
Wakil Ketua III STKIP PGRI Bangkalan, Khoirul Anwar, M.Pd, menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Ketua STKIP dalam agenda pelantikan tersebut. Ia menjelaskan bahwa pimpinan kampus berhalangan hadir karena agenda lain yang tidak dapat ditinggalkan.
Dalam keterangannya, Khoirul juga menyampaikan harapan agar kepengurusan DPM-KM yang baru mampu menjalankan amanah dengan baik serta membangun kolaborasi yang kuat di berbagai lini organisasi kemahasiswaan.
“Kami berharap DPM-KM dapat mengemban amanah ini secara optimal dan menjalin sinergi yang konstruktif di berbagai sektor. Dukungan terhadap kegiatan mahasiswa tetap menjadi bagian dari komitmen institusi,” ujarnya.
Meski demikian, pernyataan tersebut belum sepenuhnya meredakan kekecewaan mahasiswa. Pelantikan DPM-KM kali ini tidak hanya menjadi awal kepengurusan baru, tetapi juga mencerminkan adanya jarak yang dirasakan antara mahasiswa dan pimpinan kampus.
Momentum ini pun menjadi catatan penting bahwa penguatan organisasi mahasiswa tidak cukup hanya melalui seremoni, tetapi juga membutuhkan kehadiran nyata dan komitmen langsung dari pimpinan kampus dalam setiap dinamika kemahasiswaan.
