Bangkalan — PD PRIMA DMI Bangkalan menggelar festival kebudayaan dan kepemudaan bertajuk Destination of Carok di Bangkalan, Madura, Sabtu (13/12/2025). Kegiatan ini menjadi ruang dialog budaya untuk memaknai tradisi Carok secara utuh, tidak sekadar sebagai legenda atau praktik kekerasan, melainkan sebagai bagian dari konstruksi sosial dan nilai kehormatan masyarakat Madura.

Acara yang dihadiri ratusan masyarakat Bangkalan dari berbagai kalangan, serta tamu undangan dari berbagai daerah itu berlangsung dalam tiga rangkaian utama, yakni talkshow kebudayaan, ART Exhibition Culture, dan malam puncak pertunjukan seni.
Rangkaian talkshow menghadirkan dua pemateri kebudayaan, M. Helmi, M.Pd dan Sudarsono. Keduanya mengulas Carok dalam perspektif historis, sosial, dan budaya. Dalam paparannya, Sudarsono menegaskan bahwa Carok tidak dapat dipahami secara parsial.
“Carok adalah jalan terakhir dalam mempertahankan kehormatan dan harga diri masyarakat Madura. Ia dilakukan satu lawan satu, sama-sama memegang senjata celurit, dan biasanya berkaitan dengan persoalan paling sensitif, seperti kehormatan keluarga,” ujar Sudarsono.
Menurutnya, pemahaman ini penting agar masyarakat, khususnya generasi muda, tidak melihat Carok semata sebagai simbol kekerasan, melainkan sebagai fenomena budaya yang harus dikaji secara kritis dan kontekstual.
