Massa bahkan mendesak evaluasi menyeluruh terhadap jajaran PN Sumenep. Mereka meminta Ketua PN Sumenep beserta pejabat terkait dicopot dari jabatannya apabila terbukti melakukan penyalahgunaan wewenang, pelanggaran etik, maladministrasi, atau tindakan lain yang mencoreng integritas lembaga peradilan.
Kekecewaan demonstran memuncak ketika Ketua PN Sumenep, Warsito, tak kunjung menemui massa yang telah menunggu lebih dari satu jam.
Koordinator lapangan aksi, Alif, secara terbuka meluapkan kemarahannya di hadapan para peserta aksi.
“Kepala PN Sumenep banci, sudah satu jam lebih kita menunggu di sini, tapi nyatanya tidak keluar juga,” ujar Alif.
Ia menilai sikap tersebut menunjukkan tidak adanya keseriusan pimpinan pengadilan untuk memberikan penjelasan kepada publik terkait persoalan yang dipersoalkan massa.
“Jika memang tidak becus, hengkang saja. Pergi saja, mundur dari jabatannya,” tegasnya.
Aspirasi juga menyatakan mosi tidak percaya terhadap PN Sumenep apabila lembaga tersebut dinilai gagal menghadirkan kepastian hukum, transparansi, dan rasa keadilan bagi masyarakat.
Sebagai bentuk tekanan lanjutan, massa mengancam akan mendirikan tenda dan bertahan di halaman kantor pengadilan jika tuntutan mereka tetap diabaikan. Mereka juga menyatakan siap mengerahkan jumlah massa yang lebih besar dalam aksi berikutnya.
Hingga demonstrasi berlangsung, Ketua PN Sumenep, Warsito, belum menemui para pengunjuk rasa maupun memberikan keterangan resmi terkait tuntutan yang disampaikan. Sementara itu, aparat kepolisian terus bersiaga untuk menjaga situasi tetap kondusif di tengah meningkatnya tensi protes di depan kantor pengadilan.

