Bentuk Kepedulian Pemerintah, Anggota DPR RI Gandeng Menlu Sambangi Prajurit TNI di Lebanon

jatiminfo.id

Sumenep – Konflik serangan Zionis Israel di pos penjagaan pasukan perdamaian PBB atau UNIFIL di Lebanon mencapai tingkat yang sangat mengkhawatirkan. Dengan demikian, anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Slamet Ariyadi, lakukan belasungkawa.

Ia mengecam tindakan tersebut dan mendesak penyelidikan menyeluruh, transparan, serta akuntabel, serangan yang disengaja terhadap pasukan penjaga perdamaian itu merupakan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional, serta dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.

“Serangan terhadap penjaga perdamaian merupakan berat, apalagi sampai menelan korban. Tentu kami sangat berduka atas gugurnya Prajurit TNI akibat serangan Zionis Israel ke pos jaga pasukan perdamaian PBB atau UNIFIL di Lebanon,” kata Slamet Ariyadi. Rabu, (01/04/2026).

READ -  Kapal KM. Puji Manunggal Sejati Tenggelam di Kepulauan Masalembu Sumenep, 18 ABK Selamat

Legislator Muda itu meminta pemerintah Indonesia untuk terus melakukan kordinasi serta mengecam keras insiden tersebut, kehadiran Prajurit Indonesia dalam misi UNIFIL di kawasan konflik tidak untuk berperang, melainkan menjalankan mandat untuk menjaga perdamaian.

“Ia juga menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban dan pemerintah Indonesia, sembari mendesak semua pihak untuk menghormati keselamatan personel PBB sesuai hukum internasional,” ujarnya.

Sementara, Menteri Luar Negeri (Menlu), Sugiono mengonfirmasi kejadian tersebut dan menyampaikann belasungkawa atas kepergian prajurit tersebut.