Rektor UTM Semprot DPRD Bangkalan: Jangan Jadi Makhluk Pengganggu Pemerintah!

jatiminfo.id
Dr. Safi, Rektor Universitas Trunojoyo Madura (UTM) saat memberikan penjelasan dalam forum diskusi Ngaji Politik (Jipol) terkait posisi DPRD yang dinilai tidak jelas. (Foto : Jatiminfo.id).

Bangkalan – Pernyataan tajam dilontarkan Rektor Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Dr. Safi, dalam forum kajian akademik yang dilaksanakan JiPol (Ngaji Politik), bertempat di Pendopo Bupati Bangkalan.

Ucapan tersebut langsung menyita perhatian peserta diskusi setelah pernyataan Dr. Safi menyebut mahluk DPRD, terutama kalangan anggota DPRD Kabupaten Bangkalan yang pada waktu itu hadir 2 orang anggota DPRD, yang sempat di sentil mahluk DPRD.

Pernyataan kontroversial itu bermula dari pertanyaan salah satu, anggota DPRD Bangkalan, yang mempertanyakan secara lugas posisi dan status dirinya sebagai wakil rakyat.

“Posisi saya sebagai apa dan di mana?. Sebab, secara konstitusional saya sejajar dengan kepala daerah eksekutif,” tanya sala satu anggota dewan dalam forum tersebut.

READ -  Ketua STKIP PGRI Bangkalan Buka Dialog, Mahasiswa Soroti Kebijakan dan Sarana Kampus

Menanggapi hal itu, Dr. Safi justru menyampaikan kritik keras terhadap peran dan status mahluk DPRD. Ia menyoroti fenomena tarik-menarik kepentingan politik antara legislatif dan eksekutif yang kerap berdampak pada jalannya pemerintahan daerah.

“Seringkali terjadi, mahluk DPRD ini mengganggu program-program pemerintah daerah jika tidak sejalan dengan kepentingan politiknya. Ini kan bisa memperlambat penyelenggaraan pemerintahan,” ujar Safi di hadapan peserta diskusi.

Tak berhenti di situ, Dr. Safi juga membandingkan posisi anggota DPRD dengan aparatur di ranah eksekutif. Menurutnya, pejabat eksekutif memiliki kejelasan status, termasuk hak atas pensiun dan tunjangan. Sementara itu, status anggota DPRD dinilai berada di wilayah abu-abu.