Bangkalan – Dunia pendidikan di Kabupaten Bangkalan kembali tercoreng. Seorang oknum guru Bahasa Indonesia di SMPN 2 Bangkalan diduga melontarkan ucapan tidak pantas dan bernada penghinaan kepada sejumlah siswa di dalam lingkungan sekolah.
Perkataan tersebut menuai kemarahan dan kekecewaan para siswa dan wali murid yang menilai tindakan itu telah melampaui batas etika pendidik.
Berdasarkan keterangan siswa, oknum guru tersebut diduga mengucapkan kalimat kasar seperti, “kamu tolol, jelek dan miskin” kepada salah satu siswa.
Tidak berhenti di situ, siswa lain juga mengaku menerima perlakuan serupa. Bahkan, oknum guru tersebut disebut melontarkan kalimat, “kamu botol, kamu tahu nggak artinya botol, bocah tolol,” sebagaimana ditirukan langsung oleh siswa yang mendengar perkataan tersebut.
Ucapan itu dinilai tidak hanya merendahkan martabat siswa, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak psikologis serius, terutama bagi anak-anak yang seharusnya mendapatkan perlindungan, pembinaan, dan keteladanan dari seorang pendidik.
Salah satu wali murid menyayangkan sikap oknum guru tersebut. Ia menilai kata-kata bernada penghinaan, apalagi menyentuh kondisi ekonomi siswa, sama sekali tidak mencerminkan nilai-nilai pendidikan dan profesionalisme seorang guru.
“Sekolah itu tempat mendidik, bukan tempat menghardik dan merendahkan mental anak,” ujar salah satu wali murid dengan nada kecewa.
Saat dikonfirmasi, PLT Kepala SMPN 2 Bangkalan membenarkan adanya laporan tersebut. Ia menyatakan pihak sekolah akan segera mengambil langkah dengan memanggil oknum guru yang bersangkutan serta wali murid terkait guna melakukan klarifikasi.
