Surabaya — Harapan Hidayatus Syifa Salsabila untuk mendapatkan keadilan melalui proses hukum di Polsek Tandes, Surabaya Barat harus tertunda. Laporan pencurian kendaraan bermotor yang ia ajukan sejak sebulan lalu hingga kini belum menunjukkan perkembangan berarti.
Syifa mengaku kecewa lantaran penanganan kasusnya terkesan mandek di meja penyidik tanpa kejelasan yang berarti. Ia bahkan mulai mempertanyakan keseriusan aparat dalam mengusut perkara tersebut, mengingat wajah terduga pelaku terekam jelas dalam CCTV.
Kasus ini dilaporkan pada 10 Oktober 2025 sebagaimana tercatat dalam Tanda Bukti Lapor Nomor: LP-B / 204 / X / RES.1.8 / 2025 / SPKT Polsek Tandes. Dalam laporan itu, Syifa melaporkan kehilangan sepeda motor Honda Vario 125 CBS warna hitam–hijau dengan nilai kerugian diperkirakan mencapai Rp24 juta.

“Sudah sebulan kok tidak ada progres? Padahal wajah pelaku sudah terekam jelas di CCTV,” ujar Syifa dengan nada kesal (18/11/2025).
Ia menegaskan bahwa dirinya hanya ingin proses hukum berjalan sebagaimana mestinya. “Saya hanya ingin keadilan ditegakkan. Jangan sampai masyarakat kehilangan kepercayaan karena penanganannya lambat,” tambahnya.
Syifa berharap pihak penyidik dapat lebih proaktif dan menunjukkan keseriusan dalam mengungkap kasus curanmor yang menimpanya, mengingat hingga kini pelaku belum berhasil diamankan
“Kalau begini terus, kapan masyarakat bisa mendapatkan kepastian hukum? Kasus saya seperti tidak dianggap penting,” tutupnya.

