Belajar Santun di Era Digital, Mahasiswa Bangkalan Dorong Siswa Jadi Generasi Anti-Bullying

jatiminfo.id
Suasana Workshop Pendidikan Karakter bertema “Membangun Sikap Santun dan Anti-Bullying di Lingkungan Sekolah” di aula UPTD SMP Negeri 1 Bangkalan. (Foto: jatiminfo.id, 2025).

Bangkalan — Dalam rangkaian peringatan Bulan Bahasa, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) UTM yang tengah menjalankan program Asistensi Mengajar di UPTD SMPN 1 Bangkalan menggelar Workshop Pendidikan Karakter bertema “Membangun Sikap Santun dan Anti-Bullying di Lingkungan Sekolah”.

Kegiatan yang mewajibkan seluruh anggota OSIS sebagai peserta ini bertujuan menumbuhkan kesadaran siswa terhadap dampak negatif perundungan, serta mengajarkan cara mencegah dan melaporkan kasus bullying di lingkungan sekolah.

Workshop menghadirkan Siti Mutiatun, S.Pd.I., M.Pd., dosen PBSI UTM, sebagai narasumber utama, dan Dahlia Setiasari, S.Pd., guru sekaligus Pembina PIK-R SMPN 1 Bangkalan, sebagai narasumber pendamping. Kegiatan ini dimoderatori oleh Muhammad Abdullah Faqihudin, mahasiswa Asistensi Mengajar PBSI UTM.

READ -  Rp79,7 Juta Dana BOS SDN Pandan Lanjang Arosbaya Ludes Tanpa Sisa, Pembelian Barang Masuk Pos Pemeliharaan

Dalam pemaparannya, Siti Mutiatun menekankan bahwa perilaku bullying tidak dapat dihapus hanya dengan peraturan, melainkan melalui kesadaran dan karakter kuat dari diri siswa.

“Anak-anak perlu belajar berempati dan memahami perasaan orang lain. Jika empati sudah tumbuh, maka keinginan untuk merundung tidak akan muncul,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya peran sekolah sebagai ruang aman bagi siswa untuk saling menghargai dan menumbuhkan rasa hormat antar teman sebaya.

Sementara itu, Dahlia Setiasari menyoroti fenomena bullying yang kini banyak dipicu oleh perilaku di media sosial. Menurutnya, banyak remaja mengikuti tren yang dianggap “keren” tanpa memahami dampaknya.