Budaya  

Sanggar Makan Ati Rayakan HUT ke-28 dengan Pagelaran Tayub Madura

Pengurus beserta jajaran Sanggar Seni Makan Ati saat mengabadikan dokumentasi di Lapangan Seni Sanggar Makan Ati Pamekasan. (Foto : Istimewa).

Pamekasan – Sanggar Seni Makan Ati Pamekasan menggelar pagelaran seni budaya dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-28. Kegiatan bertajuk “Aksara Pati” (Aksi Semarak Pagelaran Makan Ati) ini berlangsung di Lapangan Seni Sanggar Makan Ati, Kelurahan Bugih, Kecamatan Pamekasan. Sabtu malam, (12/9/2026).

Pagelaran tersebut menampilkan kesenian tradisional Tayub Madura sebagai upaya melestarikan dan mengenalkan kembali seni budaya lokal kepada generasi muda.

Sanggar Makan Ati sendiri merupakan salah satu wadah seni yang aktif mengembangkan berbagai kesenian daerah di Pamekasan. Sanggar ini didirikan pada akhir Agustus 1999 oleh Marsiono atau Mas Yono bersama Cahyanto, S.Pd.

Nama Makan Ati merupakan singkatan dari MAdura KAndang Aktivitas dan Kreativitas. Awalnya berangkat dari komunitas teater, Sanggar Makan Ati kemudian berkembang menjadi wadah berbagai kegiatan seni, mulai dari musik, tari, seni rupa hingga sastra.

“Awalnya dari komunitas teater, kemudian berkembang menjadi wadah berbagai aktivitas dan kreativitas seni,” ujar Cahyanto.

Hingga kini, Sanggar Makan Ati terus berupaya melestarikan berbagai kesenian tradisional Madura, salah satunya Tayub Madura. Kesenian tersebut ditampilkan melalui para penari dan pemusik yang mendapatkan pembinaan dari sanggar.

Tayub Madura merupakan kesenian tradisional yang menampilkan tari bersama antara penari dan penonton dengan diiringi musik gamelan khas Madura. Di Pamekasan, Sanggar Makan Ati menjadi salah satu wadah yang memberikan ruang bagi generasi muda untuk belajar dan mengembangkan seni tari serta musik Tayub.

Exit mobile version