Budaya  

Sanggar Makan Ati Rayakan HUT ke-28 dengan Pagelaran Tayub Madura

Pengurus beserta jajaran Sanggar Seni Makan Ati saat mengabadikan dokumentasi di Lapangan Seni Sanggar Makan Ati Pamekasan. (Foto : Istimewa).

Upaya tersebut dilakukan agar kesenian tradisional tidak tergerus perkembangan zaman dan tetap memiliki generasi penerus.

Selain Tayub, Sanggar Makan Ati juga terus menjaga keberadaan berbagai kesenian lainnya. Para anggota sanggar secara rutin terlibat dalam pertunjukan budaya, hajatan maupun festival daerah.

Melalui kegiatan tersebut, sanggar berharap generasi muda Madura semakin mengenal, mencintai, dan bangga terhadap budaya daerahnya sendiri.

Pagelaran dalam rangka HUT ke-28 tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat dan unsur pemerintahan, termasuk perwakilan Bupati Pamekasan melalui Kepala Dinas Pendidikan Pamekasan Basri, Lurah Bugih, Babinsa, Bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat, RT/RW, serta masyarakat setempat.

Sejumlah pelaku dan pencinta seni budaya, baik kalangan senior maupun generasi muda, juga turut hadir untuk memeriahkan perayaan HUT Sanggar Seni Makan Ati.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan pemberian cinderamata kepada Ketua Sanggar Seni Makan Ati, Marsiono (Mas Yono), yang diserahkan oleh Bupati Pamekasan melalui Kepala Dinas Pendidikan Pamekasan, Basri.

Perayaan HUT ke-28 ini diharapkan tidak hanya menjadi momentum untuk memperingati perjalanan Sanggar Makan Ati, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam mempertahankan eksistensi seni dan budaya Madura di tengah perkembangan zaman.

Exit mobile version