Bangkalan – Puskesmas Kokop terus memperkuat perannya dalam mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045. Melalui peningkatan kesehatan generasi, langkah strategis yang gencar dilakukan adalah pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) ke sekolah yang menyasar anak usia 7 hingga 17 tahun.
Program ini bertujuan melakukan deteksi dini berbagai masalah kesehatan pada pelajar, seperti gangguan penglihatan (mata minus), buta warna, gigi berlubang, anemia, diabetes, serta faktor risiko lainnya.
Dengan deteksi sejak awal, upaya penanganan dapat dilakukan lebih cepat sehingga para siswa dapat tumbuh dan belajar secara optimal.
Kepala Puskesmas Kokop, Zaitun Ermawati, menjelaskan bahwa sasaran kegiatan ini sangat luas, mencakup seluruh peserta didik dari tingkat SD/SDI, SMP/MTs, hingga SMA/MA, baik negeri maupun swasta, serta tenaga pendidik di lingkungan sekolah.
“Kegiatan ini kami laksanakan langsung di sekolah agar lebih mudah dijangkau dan membuat anak-anak merasa nyaman. Harapan kami, seluruh siswa dapat mengetahui kondisi kesehatannya dan semakin peduli terhadap kesehatan diri,”ujar Zaitun sapaan akrabnya, Kamis, (11/12/2025).
Menurutnya, pelaksanaan CKG sekolah oleh Puskesmas Kokop telah menjangkau jumlah peserta yang cukup besar. Pada jenjang SD/SDI tercatat 6.554, jenjang SMP/MTs sebanyak 3.658, dan jenjang SMA/MA mencapai 3.379. Total yang telah dicapai sampai saat ini sebanyak 13.591 peserta CKG.
